PASANGKAYU, SULBAR harapanrakyat.info — Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menggelar rapat koordinasi persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan di Kantor Bupati, Rabu (11/2).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pasangkayu, DR. Herny Agus Ambo Djiwa, dan dihadiri sejumlah leading sector, di antaranya OPD terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), instansi teknis lainnya, serta unsur Forkopimda dari Polres dan Kodim.
Rapat digelar sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah terhadap potensi gangguan stabilitas harga, ketahanan pangan, serta ketertiban dan keamanan masyarakat selama Ramadhan.
Dalam pembahasan, disepakati empat aspek utama yang menjadi fokus perhatian, yakni ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga bahan pokok, kelangkaan tabung gas 3 kilogram dan BBM, serta potensi gangguan ketertiban seperti peredaran minuman keras dan narkoba.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok secara umum masih dalam keadaan terkendali.
“Secara umum harga bahan pokok relatif stabil. Untuk beras masih dalam kondisi aman. Memang ada sedikit kenaikan pada komoditas tertentu seperti cabai, dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, tetapi masih dalam batas yang bisa dikendalikan,” jelas Herny.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga.
Selain itu, pasar murah juga akan dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pedongga pada tanggal 23, Kecamatan Pasangkayu tanggal 2, Kecamatan Tikke Raya tanggal 12, dan Kecamatan Bambalamotu tanggal 9.
Dari sisi ketahanan pangan, stok beras Bulog tercatat sebanyak 247 ton dan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan bantuan sebanyak 1.000 paket sembako, sementara pemerintah kabupaten tetap menjalankan program pembagian sembako rutin setiap tahunnya.
“Kami akan turun langsung melalui operasi pasar dan pasar murah supaya tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat. Untuk ketahanan pangan, stok kita tersedia,” tegasnya.
Selain pengendalian harga dan distribusi bahan pokok, rapat juga menyepakati pengaturan jam operasional warung dan kafe selama Ramadhan agar tidak terlalu mencolok.
Pengawasan terhadap peredaran minuman keras dan narkotika juga akan ditingkatkan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat, akan diterbitkan surat resmi dari Bupati yang memuat poin-poin kebijakan dan kesepakatan untuk diterapkan oleh seluruh pihak terkait selama Ramadhan.
Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi menjaga suasana Ramadhan tetap aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

