Mamasa – Pemerintahan Bupati Mamasa Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan daerah dalam satu tahun masa kepemimpinan mereka.
Kebijakan ini diambil karena sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Mamasa menggantungkan hidup pada sektor pertanian, baik di sawah maupun ladang. Kondisi tersebut menjadikan sektor pertanian sebagai fokus awal dalam menata pembangunan dan melanjutkan program pemerintahan sebelumnya.
Pemerintah daerah menilai bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat hanya dapat dicapai dengan menyentuh sektor yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga, tanpa mengabaikan sektor pembangunan lainnya.
Langkah tersebut sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Pertanian Jadi Prioritas di Tengah Keterbatasan Anggaran

Pemerintahan Welem–Sudirman memanfaatkan peluang pengembangan sektor pertanian sebagai prioritas utama, terutama di tengah keterbatasan anggaran nasional yang berdampak pada daerah.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah pusat telah mengimbau kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi anggaran.
Meski demikian, Pemkab Mamasa tetap berupaya memaksimalkan anggaran yang tersedia untuk pembangunan sektor prioritas, khususnya pertanian yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Bantuan Pupuk Gratis dan Alat Pertanian
Selama satu tahun pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati Mamasa aktif membangun komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah berhasil memberikan dukungan kepada petani melalui program bantuan pupuk gratis pada musim tanam padi pertama tahun 2025.
Selain itu, Pemkab Mamasa juga berhasil mendatangkan berbagai bantuan pertanian, di antaranya:
-
Bantuan alat dan mesin pertanian
-
Bantuan 40 ton kapur pertanian (dolomit)
-
Bantuan bibit padi unggul
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Modernisasi Cara Bertani
Pemerintah juga terus memaksimalkan peran penyuluh pertanian di desa-desa untuk membimbing masyarakat petani dalam mengelola lahan secara lebih efektif.
Salah satu fokus pembinaan adalah perubahan pola bertani tradisional menuju sistem pertanian modern, termasuk:
-
Teknik persemaian bibit padi
-
Penerapan pola tanam jajar legowo
-
Pola tanam serempak untuk pengendalian hama
-
Pengaturan waktu tanam yang lebih terorganisir
Meski perubahan pola ini menghadapi berbagai tantangan, para penyuluh pertanian terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas produksi pertanian.
Program Cetak 1.000 Hektare Sawah
Langkah strategis lainnya adalah program perluasan lahan persawahan melalui pencetakan 1.000 hektare sawah baru.
Pada tahun 2025, program tersebut telah dimulai dengan pembukaan 300 hektare lahan persawahan, sementara sisanya direncanakan terealisasi pada tahun 2026.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung cita-cita Kabupaten Mamasa menuju swasembada pangan.
Rencana Kantor Bulog di Mamasa
Dalam mendukung ketahanan pangan, pemerintah daerah juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bulog untuk pembangunan kantor Bulog di Kabupaten Mamasa.
Rencana pembangunan kantor tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026, sehingga diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi dan stabilisasi pangan di daerah.
Pengembangan Pariwisata Mamasa
Selain sektor pertanian, pemerintahan Welem–Sudirman juga memberikan perhatian pada sektor pariwisata.
Salah satu fokus pembangunan adalah rehabilitasi objek wisata alam Sarambu Liawan di Kecamatan Sumarorong yang sebelumnya ditutup karena alasan keamanan.
Pemerintah menargetkan perbaikan objek wisata air terjun tersebut dapat rampung pada tahun ini sehingga kembali aman dan nyaman dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kunjungan wisata melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata.
Peningkatan Layanan Kesehatan
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah fokus pada pengaktifan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang sebelumnya tidak aktif.
Pemkab Mamasa juga berhasil menambah tenaga medis melalui kerja sama dengan perguruan tinggi serta dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Tambahan tenaga medis tersebut meliputi:
-
Dokter umum
-
Dokter spesialis
-
Tenaga kesehatan lainnya
Selain itu, pembangunan kembali Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata menjadi salah satu prioritas utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Reformasi Birokrasi Pendidikan
Di sektor pendidikan, pemerintahan Welem–Sudirman melakukan pembenahan sistem birokrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Pada akhir tahun 2025, pemerintah melakukan penyegaran kepemimpinan di tingkat pendidikan dasar dan menengah melalui proses assessment yang transparan dan akuntabel dalam pengangkatan kepala sekolah.
Bupati dan Wakil Bupati Mamasa juga aktif mengunjungi berbagai fasilitas pendidikan hingga ke daerah terpencil untuk menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk pembangunan gedung sekolah yang sempat terhenti.
Pemerataan Akses Internet
Pemerintah Kabupaten Mamasa juga memperkuat infrastruktur telekomunikasi melalui kerja sama dengan BAKTI Komdigi RI.
Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 54 unit internet satelit (VSAT) telah didistribusikan ke wilayah yang mengalami blank spot atau belum memiliki akses internet.
Pemerintah masih merencanakan penambahan lebih dari 100 unit VSAT untuk daerah yang memiliki sinyal internet lemah atau belum terjangkau jaringan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan
Upaya pemulihan ekonomi daerah juga menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamasa, pertumbuhan ekonomi Mamasa meningkat dari 3,32 persen pada tahun 2024 menjadi 3,37 persen pada tahun 2025.
Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan dari 15,20 persen pada tahun 2024 menjadi 13,01 persen pada tahun 2025.
Penurunan ini tercatat sebagai salah satu yang paling signifikan di Provinsi Sulawesi Barat.
Target Pemulihan Ekonomi 2027
Bupati Mamasa Welem Sambolangi dalam arahannya pada kegiatan Musrenbang Kecamatan se-Kabupaten Mamasa pada 19 Februari 2026 mengingatkan seluruh pemerintah desa dan kecamatan untuk fokus pada program prioritas.
Ia menyampaikan bahwa puncak pemulihan ekonomi Mamasa diharapkan dapat tercapai secara maksimal pada tahun 2027.
Sementara itu, Wakil Bupati Mamasa H. Sudirman menegaskan bahwa meskipun berbagai program pembangunan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bekerja sama dan mendukung program pembangunan daerah demi mewujudkan visi “Mamasa menuju Mamase.”

