Makassar, Harapanrakyat.info – Aksi unjuk rasa yang dilakukan para pedagang Pasar Pabaeng-Baeng, Kota Makassar, berujung ricuh. Para pedagang menolak rencana pembongkaran lapak yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka, Senin (12/1).
Kericuhan terjadi saat massa pedagang memadati area pasar dan menuntut penjelasan langsung dari pihak pengelola.
Pedagang menilai rencana pembongkaran dilakukan secara sepihak tanpa musyawarah, sosialisasi yang memadai, maupun kejelasan terkait relokasi.
“Kami kaget tiba-tiba mau dibongkar. Tidak ada kejelasan kami mau dipindahkan ke mana. Ini soal perut kami,” teriak salah seorang pedagang dalam aksi tersebut.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah pedagang berusaha menemui Direktur Utama dan Direktur Umum pengelola pasar untuk meminta klarifikasi.
Namun, upaya tersebut gagal. Kedua pimpinan pengelola justru terlihat menghindari wartawan dan massa aksi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Direktur Utama dan Direktur Umum pengelola pasar memilih kabur dengan menaiki mobil dinasnya saat hendak dikonfirmasi wartawan.
Tindakan itu memicu kemarahan pedagang yang menganggap pihak pengelola tidak bertanggung jawab dan alergi terhadap kritik.
“Direksinya malah lari. Ini bukti mereka tidak mau bertanggung jawab atas nasib pedagang kecil,” ujar salah satu peserta aksi dengan nada kesal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola terkait alasan pembongkaran lapak maupun sikap mereka yang menghindari konfirmasi media.
Aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk meredam potensi kericuhan lanjutan.
Para pedagang menegaskan akan terus melakukan perlawanan dan aksi lanjutan jika pembongkaran tetap dipaksakan tanpa solusi yang adil dan manusiawi.
Mereka mendesak Pemerintah Kota Makassar untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut secara transparan dan berpihak kepada rakyat kecil.
Laporan: TIM APN

