Close Menu
Realita IndonesiaRealita Indonesia
  • Home
  • NASIONAL
  • News
    • DAERAH
    • PEMERINTAHAN
    • MAKASSAR
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • ADVERTORIAL
  • TNI POLRI

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kunjungan Pangdam XXIII Palaka Wira ke Mamasa Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

Maret 10, 2026

Bupati Welem Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis di Talambai

Maret 8, 2026

Safari Ramadan, Gubernur Sulbar Puji Toleransi Masyarakat Mamasa

Maret 5, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kunjungan Pangdam XXIII Palaka Wira ke Mamasa Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah
  • Bupati Welem Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis di Talambai
  • Safari Ramadan, Gubernur Sulbar Puji Toleransi Masyarakat Mamasa
  • Rapat Paripurna HUT ke-24 Mamasa, Bupati Paparkan Capaian Pembangunan Daerah
  • Setahun Memimpin Mamasa, Welem–Sudirman Prioritaskan Pertanian, Kesehatan, dan Infrastruktur
  • Jelang Ramadan 1447 H, Imigrasi Belawan Perkuat Spiritualitas dan Soliditas Lewat Tradisi Punggahan
  • DPRD Pasangkayu dan Insan Media Gelar Audiensi, Perkuat Sinergi Kawal Pembangunan Daerah
  • Bupati Mamasa Welem Sambolangi Serahkan Bantuan Benih Ikan dan Dolomit kepada Pokdakan di Tawalian
Facebook X (Twitter) Instagram
Realita IndonesiaRealita Indonesia
  • Home
  • NASIONAL
  • News
    • DAERAH
    • PEMERINTAHAN
    • MAKASSAR
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • ADVERTORIAL
  • TNI POLRI
Realita IndonesiaRealita Indonesia
  • Home
  • NASIONAL
  • News
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • ADVERTORIAL
  • TNI POLRI
Home»DAERAH»Diduga Ada “Pencurian Persil” di Maros: Tanah Warisan Rakyat Terancam Hilang Identitas
DAERAH

Diduga Ada “Pencurian Persil” di Maros: Tanah Warisan Rakyat Terancam Hilang Identitas

Editor RIBy Editor RINovember 4, 2025Updated:November 4, 2025Tidak ada komentar11 Views
WhatsApp Facebook Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Twitter Email

MAROS, Harapanrakyat.info – Aroma dugaan permainan data tanah kembali menyeruak di Kabupaten Maros. Kali ini, kasus janggal itu muncul di Dusun Bangunpolea, Desa Pantantongan, Kecamatan Mandai, di mana nomor persil tanah milik warga diduga digandakan dan digunakan pihak lain.

Kasus bermula dari tanah warisan almarhum Baddoe Pakkere, seluas ± 9.100 meter persegi, tercatat resmi dalam Rincik 18 C1 Persil 25 D.1 Blok 003.
Dokumen itu masih utuh tersimpan dalam buku rincik keluarga—lengkap dengan bukti pajak aktif dan penguasaan fisik tanpa jeda selama puluhan tahun.

Namun, baru-baru ini, keluarga terkejut. Nomor persil yang sama ternyata muncul dalam dokumen milik orang lain.

“Rincik kami sah, pajaknya aktif, dan tanah ini kami tempati turun-temurun. Tapi tiba-tiba, ada dokumen lain pakai nomor persil kami,” ungkap ahli waris Baddoe Pakkere, Kamis (30/10).

Jejak Transaksi Misterius: Satu Persil, Dua Rincik

Benang merah dugaan permainan ini menelusur hingga tahun 1996. Saat itu, Sudarno mengaku membeli tanah seluas ± 610 m² dari Lumu binti Manru, istri almarhum Baddoe, melalui Surat Keterangan Pengalihan Tanah Nomor 34/DM/KMB/IV/1996.

Anehnya, surat itu mencantumkan Rincik 432 C1, tapi menggunakan nomor persil 25 D.1 Blok 003, padahal persil itu jelas milik Rincik 18 C1—dokumen keluarga Baddoe.

Tanah versi Sudarno kemudian berpindah tangan dua kali:

Kepada Hj. Hawwang pada 2010 (± 305 m²),

Kepada Ismail pada 2015 (± 305 m²).

Seluruhnya tetap mencantumkan persil yang sama.

“Kalau rincik beda tapi persil sama, itu sudah indikasi kejanggalan serius. Persil itu identitas unik lahan — tidak bisa digandakan,” tegas Sulaeman, Sekjen JAMC Nasional, kepada Redaksi Aliansipers, Kamis (3/11).

Bukti Lapangan Menguat: Dokumen, Pajak, dan Saksi Hidup

Hasil penelusuran awal tim Aliansipers Nasional dan Investigasi24.com menemukan sejumlah fakta kuat:

Buku rincik asli keluarga Baddoe masih tersimpan utuh.

Bukti pajak dan fiskal masih aktif atas nama keluarga.

Terdapat saksi batas dan saksi hidup yang mengetahui riwayat tanah sejak era 1950-an.

Penguasaan fisik lahan tidak pernah berpindah: keluarga masih menempati, menanami, dan memelihara tanah itu hingga kini.

Dari dasar ini, muncul dugaan penyalahgunaan administratif terhadap nomor persil milik rakyat.

JAMC: Ini Bukan Salah Ketik, Ini Dugaan Pemalsuan

Menurut Roman dari JAMC, kasus ini tidak bisa dianggap kekeliruan administrasi biasa.
Ada indikasi kuat pelanggaran serius terhadap hukum tanah negara.

“Kalau nomor persil milik rakyat bisa dipakai seenaknya, ini bukan sekadar salah tulis — ini ancaman terhadap sistem agraria nasional,” tegas Roman.
“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas, dan mendorong audit bersama BPN, kecamatan, dan Dispenda,” lanjutnya.

Sulaeman menambahkan, JAMC Sulawesi Selatan akan segera meminta verifikasi terbuka seluruh data tanah di Desa Pantantongan, agar praktik “penggandaan persil” tidak menjadi modus baru perampasan tanah di tingkat desa.

Keluarga Bertahan: ‘Kami Hanya Ingin Hidup di Tanah Kami Sendiri’

Bagi keluarga almarhum Baddoe Pakkere, perkara ini bukan soal nilai jual tanah, tapi soal harga diri dan keadilan.

“Kami tidak punya kekuasaan, tapi kami punya bukti. Kami hanya ingin mempertahankan rumah dan tanah tempat kami lahir,” ujar ahli waris dengan nada getir.

Keluarga kini menyiapkan seluruh dokumen untuk diserahkan ke BPN Maros dan aparat penegak hukum, berharap agar negara hadir melindungi rakyat kecil dari permainan dokumen.

Catatan Redaksi

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap administrasi tanah di daerah, di mana satu nomor persil bisa muncul di dua rincik berbeda.
Bila tidak segera diaudit secara menyeluruh, praktik serupa bisa menjadi bom waktu konflik agraria di Maros dan wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Tim APN_Aliansipers Nasional
“Mengungkap, Menyuarakan, Mengawal Kebenaran.”

#BeritaMakassar #InfoMakassar #MakassarUpdate #BeritaHariIni #UpdateNasional#BeritaMakassar #InfoMakassar #MakassarUpdate #BeritaHariIni #UpdateNasional
Share. Facebook WhatsApp Twitter Copy Link Telegram
Editor RI
  • Website

Related Posts

Jelang Ramadan 1447 H, Imigrasi Belawan Perkuat Spiritualitas dan Soliditas Lewat Tradisi Punggahan

Februari 20, 2026

Sambut Ramadhan, Wabup Pasangkayu Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Stok Beras Aman

Februari 12, 2026

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Profesionalisme dan Solidaritas Insan Pers di Maros

Februari 9, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Pertarungan Pidana Tjonra vs Annie: Alat Bukti Muncul dari Rincik Palsu hingga SHM Salah Letak

September 26, 202513,010

Safari Ramadan, Gubernur Sulbar Puji Toleransi Masyarakat Mamasa

Maret 5, 20268,877

Serahkan SK Perpanjangan PPPK, Bupati Mamasa Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab ASN

Februari 9, 20265,435

Setahun Memimpin Mamasa, Welem–Sudirman Prioritaskan Pertanian, Kesehatan, dan Infrastruktur

Februari 20, 20264,444

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

Kunjungan Pangdam XXIII Palaka Wira ke Mamasa Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah

Maret 10, 2026

Bupati Welem Gelar Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis di Talambai

Maret 8, 2026

Safari Ramadan, Gubernur Sulbar Puji Toleransi Masyarakat Mamasa

Maret 5, 2026
Most Popular

Pertarungan Pidana Tjonra vs Annie: Alat Bukti Muncul dari Rincik Palsu hingga SHM Salah Letak

September 26, 202513,010

Safari Ramadan, Gubernur Sulbar Puji Toleransi Masyarakat Mamasa

Maret 5, 20268,877

Serahkan SK Perpanjangan PPPK, Bupati Mamasa Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab ASN

Februari 9, 20265,435
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
  • Homepage
  • Blog
  • REDAKSI REALITA INDONESIA

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.