Maros, Harapanrakyat.com – Suasana pilu menyelimuti sebuah ruang perawatan di RS Dodi Sarjoto. Seorang bocah mungil bernama Miftahul Jannah (4) hanya bisa terbaring lemah, tubuhnya diselimuti selang infus, wajahnya pucat, sesekali ia menahan perih.
Lebih memilukan lagi, Jannah berasal dari keluarga sangat miskin. Di kecamatan Tompobulu kabupaten Maros Dengan keterbatasan ekonomi yang serba kekurangan, orang tuanya hanya bisa pasrah mendampingi sang buah hati. Setiap hari mereka berjuang, bukan hanya untuk kesembuhan Jannah, tetapi juga untuk sekadar bertahan hidup.
Momen mengharukan terjadi saat Ketua Kiwal Garuda Hitam MPC Maros, Andi Baso Mananring (ABM) hadir menjenguk dan menggenggam erat tangan kecil Jannah. Sentuhan itu menjadi simbol harapan agar si kecil bisa bangkit dari penderitaannya. Di sampingnya, Sekretaris MPC Maros, Akram Lallo, turut hadir memberikan dukungan moril.
ABM dengan suara bergetar menyampaikan pesan kemanusiaan.
“Siapa yang tidak tersentuh melihat kondisi adik kecil kita ini? Apalagi beliau dari keluarga yang serba kekurangan. Mari kita semua, masyarakat dan pemerintah, membantu dengan apa pun yang kita mampu. Karena uluran tangan kita adalah harapan besar bagi keluarga Miftahul Jannah,” ucapnya penuh haru.
Kondisi ini juga menjadi panggilan moral bagi Pemerintah Kabupaten Maros, khususnya Dinas Sosial, agar hadir lebih nyata memperhatikan masyarakat miskin yang sedang berjuang melawan sakit.
Tidak hanya itu, ajakan terbuka juga disampaikan kepada para dermawan, pelaku usaha, dan pihak swasta agar bergerak dengan aksi nyata. Bantuan dalam bentuk apa pun – baik biaya pengobatan, dukungan logistik, maupun perhatian langsung – akan menjadi penyelamat bagi keluarga kecil ini.
Kini, keluarga Miftahul Jannah benar-benar sangat membutuhkan doa, perhatian, dan bantuan. Di balik tubuh mungil bocah 4 tahun ini, tersimpan kerinduan sederhana: bisa sehat, bisa berlari, bisa tertawa lepas seperti anak-anak lain.
Mari, jangan biarkan keterbatasan ekonomi memadamkan harapan hidup seorang anak bangsa. Sedikit uluran tangan kita bisa menjadi cahaya besar bagi masa depan Miftahul Jannah.
Laporan: Roman JAMC Maros

