HR, Mamuju Tengah – Kabupaten Mamuju Tengah menghadapi krisis lahan persawahan yang semakin parah. Setiap tahun, sekitar 2.000 hektare lahan sawah beralih fungsi menjadi area non-pertanian seperti permukiman dan industri.
Jurnal Unismuh Palu
Bupati Mamuju Tengah, H. Arsal, mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan ini mengancam ketahanan pangan daerah. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap konversi lahan pertanian untuk menjaga produksi pangan lokal.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait berencana untuk memperkuat regulasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna mencegah alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
ADV

