HR, Mateng – Rencana Bupati Mamuju untuk mempermudah izin tambang Galian C demi mendorong pendapatan daerah dinilai sebagai langkah yang berisiko tinggi. Pemerhati lingkungan dan masyarakat sipil menyebut pendekatan ini terlalu sempit dan tidak mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi dan sosial jangka panjang.
Zulkarnain, juru bicara Aliansi Masyarakat Sulbar Tolak Tambang Pasir, mengingatkan bahwa Mamuju memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata yang lebih berkelanjutan, namun belum dimaksimalkan secara serius oleh pemerintah.
“Ketika daerah agraris seperti Mamuju memilih tambang sebagai tumpuan PAD, maka pemerintah sebenarnya sedang menukar potensi masa depan dengan keuntungan sesaat,” katanya.
Ia mencontohkan kawasan Bendungan Pokkang yang dapat dikembangkan menjadi destinasi pariwisata berbasis alam, namun hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
ADV

